Friday, 12 July 2013

Mimpi

Ahmad's jurnal today,

Mimpi,..
ini yang kedua kalinya

disuatu tempat yang gelap, banyak batu berlian bertonjolan dari tanah berwarna biru terang, kira kira seukuran jempol kaki sampai kelingking, hampir seukuran telunjuk. mereka sangat dingin. dan aku memungutnya satu-persatu untuk kumasukkan ke kantongku, namun..seorang lelaki paruh baya langsung membawaku pergi sebelum aku sampai di gerbang.
konon (entah mengapa saya dalam mimpi ini terdapat kata konon, tapi benar ini nyata), lelaki tersebut pernah menyusul ayahnya yang terjebak di dunia itu, ayahnya kehilangan cerminnya sehingga tidak bisa kembali. entah mengapa, kalau mau masuk ke tempat itu kita harus membawa cermin, lebih dari satu lebih baik, cermin tersebut kemudian disembunyikan dibawah sebuah akar pohon yg kelihatan dari luar gerbang,. semakin masuk kedalam, maka semakin banyak batu berlian biru yg bercahaya tersebut, nmun, jika kantong sudah penuh pulanglah secepat2nya melalui cermin kecil yg dibawa tadi. ada sesuatu yg jahat mengancam di dalam sana, tepat dikegelapan yg paling pekat, ketika bertemu mereka kita harus cepat2 lenyap dari tempat itu, saat berlian2 itu kita bawa didunia nyata, maka tidak akan ternilai harganya. Lelaki itu butuh pewaris, dan akulah yg ditunjuknya, dia memiliki rumah besar yg gelap dan suram, aku tidak ingat siapa dia. yang pasti dia bercerita padaku tentang ayahnya yg terkurung disana, mungkin demi menyelamatkannya. aku tidak tahu ayahnya masih hidup atau tidak, yg pasti dia lenyap dan tak berjejak, dia mengingatklanku betapa berbahayanya masuk kesana, namun dia mengajarkan bagaimana caranya masuk kesana. berlian-berlian sangat menggemaskan di genggaman tangan walaupun cuma sebatang. dan terasa takjub saat melihat mereka bersinar redup dikegelapan malam dengan warna biru cyan berpadu tosca ditambah kilauannya.
sesuatu yang jahat didalam sana,.
apa mungkin mereka marah ?
apa berlian2 ini milik mereka?
lantas jika tertangkap apa yg akan dilakukan mereka ?
mengapa cermin dijadikan sebagai jalan keluarnya?
semoga mimpi ini memiliki kelanjutan lagi.

No comments:

Post a Comment